Berbicara tentang kuliner khas Indonesia tidak akan ada habisnya . Dari Sabang sampai Merauke, kita akan menemukan betapa banyak ragam makanan tradisional di negeri ini. Bahkan, beberapa ada yang sampai mendunia, seperti rendang dan nasi goreng, yang menjadi peringkat pertama makanan ternikmat di dunia. Tetapi, kali ini, kita tidak akan membahas kedua makanan tersebut. Kita akan berwisata kuliner sejenak ke bagian Timur Indonesia, di mana terdapat pula berbagai macam makanan tradisional yang tidak kalah memesona.

Sagu, Makanan Pokok Masyarakat Indonesia Timur

Makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya adalah beras yang diolah menjadi nasi. Tetapi, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia Timur, sagu merupakan makanan pokok yang sudah mereka terapkan secara turun temurun.

Sagu berasal dari pohon rumbia atau olahan batang pohon sagu yang biasanya sangat mudah ditemui di Maluku dan Papua. Beberapa tumbuh dengan liar, tapi ada pula yang didomestikasi.

Biasanya, tumbuhan sagu hidup di sekitar tepian sungai. Selain di tepian sungai, tanaman ini dapat hidup di wilayah dengan kadar air yang cukup tinggi, seperti di sekitar rawa. Untuk mendapatkan sagu yang berkualitas, biasanya masyarakat setempat mencari di pelosok hutan. Namun, apabila mereka tinggal di perkotaan, sagu bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional.

Mengenal Berbagai Macam Makanan Olahan Sagu khas Indonesia Timur

Indonesia bagian Timur terkenal dengan pulaunya yang indah dan eksotis. Keindahan ini sudah terkenal bahkan sampai ke mancanegara. Indonesia Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang paling diincar oleh masyarakat lokal maupun asing.

Namun, sayangnya tidak begitu dengan makanan tradisionalnya. Makanan khas Indonesia Timur yang sebagian besar terbuat dari olahan sagu ini jarang terekspos bahkan di negara Indonesia sendiri.

Untuk itu, mari kita kulik ragam makanan khas Indonesia Timur dari olahan sagu berikut ini:

  1. Papeda
    Papeda adalah makanan olahan berbahan dasar sagu yang paling terkenal di wilayah Indonesia Timur. Papeda merupakan bubur sagu yang memiliki tekstur yang kental dan lengket seperti lem. Biasanya, makanan ini disajikan dengan ikan tongkol bumbu kunyit, atau yang biasa disebut dengan ikan kuah kuning. Perpaduan papeda dan ikan kuah kuning ini sangat populer di daerah Maluku dan Papua.
    Dalam sejarah Papua, makanan ini kerap hadir pada saat acara adat atau di beberapa peringatan penting. Oleh karena itu, makanan ini masuk dalam daftar kuliner bersejarah dalam tradisi masyarakat setempat
  2. Kue Bagea
    Makanan yang satu ini merupakan kue khas dari sagu yang berasal dari Maluku, Maluku Utara dan kota Palopo di Provinsi Sulawesi Selatan. Bagea memiliki tekstur yang keras, berbentuk bulat dan berwarna coklat pucat. Kue Bagea tersedia dalam berbagai rasa, seperti kacang, wijen dan kenari. Rasanya yang gurih dan tidak terlalu manis membuatnya cocok menjadi teman minum teh dan kopi.
  3. Kapurung
    Kapurung merupakan salah satu makanan khas dari sagu yang berasal dari Sulawesi Selatan. Teksturnya mirip dengan papeda, yaitu lengket dan kenyal seperti lem. Kapurung, atau yang juga disebut sebagai Bugalu ini, dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam serta aneka sayuran yang membuat rasanya semakin nikmat.
  4. Sagu Lempeng
    Sagu lempeng mempunyai julukan sebagai roti khas Papua. Makanan ini berbentuk lempengan yang sering kali dinikmati sebagai teman minum teh dan kopi. Pembuatan dari makanan berbahan dasar sagu ini cukup mudah. Sagu yang diolah dicetak berbentuk persegi panjang, lalu dibakar.
    Awalnya, sagu lempeng ini mempunyai rasa yang tawar, namun belakangan ini sudah ditambahkan gula untuk menciptakan sensasi rasa manis. Sedangkan untuk cara menikmatinya, Anda dapat mencelupkan Sagu Lempeng ke dalam air terlebih dahulu agar teksturnya lebih lembut.
  5. Sinole
    Sinole juga merupakan makanan olahan sagu yang berasal dari Papua. Makanan ini memiliki bentuk yang unik karena menyerupai kerak telor. Bentuknya seperti kue dadar yang digulung dengan kulit tebal dan isian yang padat. Masyarakat Papua biasanya memasaknya dengan cara dibakar di atas batu.
    Sinole dapat digunakan sebagai pengganti nasi dengan langsung dikonsumsi bersama lauk lainnya. Selain itu, makanan ini juga bisa digunakan sebagai makanan penutup yang disajikan dengan taburan gula merah.

 

Dalam Jurnal Ilmiah yang ditulis oleh Quin D. Tulalessy dari Jurusan Bahasa, Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UNIPA Manokwari, tertulis bahwa sagu lebih dari sekadar makanan. Sagu juga menjadi informasi budaya manusia yang menandai suatu kolektivitas (kelompok) yang menyatakan identitas (jati dirinya).

Pengetahuan mengenai proses pengolahan sagu ini diwariskan turun temurun secara lisan sebagai sumber informasi budaya. Oleh karena itu, tidak mengherankan makanan olahan sagu juga menjadi identitas budaya dari masyarakat Indonesia Timur.

Inspirasi Lainnya:


Tidak ada komentar

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!