Patrol Kramat

Pada 1999 bencana telah menimpa pulau Madura. Saat itu tanah garam diterpa gelap gulita selama hampir tiga bulan. Lampu-lampu listrik padam akibat kabel bawah laut putus tersangkut jangkar kapal. Seluruh pulau hanya kelap-kelip diterangi lampu-lampu minyak tanah. Suasana gelap itu memicu munculnya tindak kriminal, namun sebagian warga berinisiatif untuk melakukan ronda untuk menjaga keamanan dengan cara menggunakan musik ronda atau patrol. Warga Pamekasan tidak hanya membawa kentongan dari bambu ataupun kayu, namun berbagai alat yang selama ini dipakai dan dekat dari kehidupannya. Seperti drum minyak, tempat menyimpan ikan atau udang yang digunakan untuk bunyi bass, hingga kuali yang dikreasi dan dapat menghasilkan bunyi bas mereka gabungkan dalam kesatuan bunyi perkusi yang sekarang dikenal dengan musik patrol daul. Pada bulan Ramadhan kelompok jenis musik ini menjamur hingga ratusan grup dan hampir setiap minggu diadakan lomba. Kramat Perkusi daul Madura terlahir dari kreativitas dan kompetisi yang rutin diadakan itu.

survey