P-ASPETRI (Perkumpulan Anggota Penyehat Tradisional Ramuan Indonesia)

Menuju Indonesia yang Sehat

Secara de facto, Indonesia—atau pada zaman bahari dikenal sebagai Nusantara—adalah Negara Kepulauan (archipelagic state). Berbagai bangsa telah hilir mudik mencari rempah-rempah di Nusantara sejak ribuan tahun silam. Namun, secara de jure, Republik Indonesia barulah memperoleh pengakuan hukum internasional oleh masyarakat dunia sejak 1982. Momentum itu terjadi dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. 

Sejak momen itu, Indonesia resmi diakui dunia sebagai Negara Kepulauan. Negara Kepulauan yang dimaksud dalam konvensi ini adalah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih gugusan kepulauan dan mencakup pulau-pulau lain. Dengan anugerah alam dan pengakuan dunia, Indonesia secara yakin memproklamirkan diri sebagai negeri dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Tercatat, ada lebih dari 40.000 spesies tanaman di Indonesia dan kurang lebih ada 20.000 di antaranya adalah tanaman obat. Jumlah itu menjadikan Indonesia sebagai negara kedua di dunia yang kaya flora setelah Brazil. Oleh karena keanekaragaman hayati ini didukung dengan keragaman budaya dan bangsa di Nusantara, maka banyak pengetahuan obat dan resep pengobatan tradisional yang dihasilkannya. Pengetahuan tentang obat-obatan herbal ini diwarisi secara turun-temurun dari tradisi nenek moyang bangsa Indonesia. 

Leluhur Manusia Indonesia adalah orang-orang yang telah ribuan tahun menemukan dan menjaga pengetahuan pengobatan tradisional jauh sebelum adanya ilmu kedokteran modern. Maka, tidaklah mengherankan apabila di Indonesia banyak sekali ahli pengobatan tradisional yang mengandalkan ramuan atau herbal. Pelaku pengobatan herbal tradisional inilah yang semestinya diperhatikan dan diberdayakan oleh pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan wadah dan payung hukum untuk menghormati warisan leluhur bangsa.

Sebelum 2005, pemerintah melalui Departemen Kesehatan sudah mengatur dan memerhatikan organisasi seputar pengobatan tradisional. Barulah pada 27 Juni 2005, terjadi perombakan organisasi pengobat tradisional. Kini, tanggal itu dikenang sebagai hari lahir dari Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI). Nama ASPETRI kemudian sempat mengalami perubahan menjadi P-ASPETRI, yakni Perkumpulan Anggota Seluruh Penyehat Tradisional Ramuan Indonesia) yang berkantor pusat di Jakarta dengan kantor-kantor daerah di tingkat provinsi. 

Kegiatan utama dari P-ASPETRI ini adalah memberikan pembekalan kepada anggota, menyelenggarakan seminar-seminar, penyiapan standar pelayanan pengobatan tradisional Indonesia, dan pemberian rekomendasi bagi anggota yang memerlukan. Sedangkan tujuan P-ASPETRI adalah menghimpun, mendukung, melindungi, serta meningkatkan kompetensi seluruh pengobat tradisional ramuan di Indonesia untuk skala nasional. P-ASPETRI juga membantu para praktisi obat tradisional dengan mengadakan penyuluhan agar mereka memahami peraturan dan perizinan pengobatan yang ditetapkan pemerintah. Bersama P-ASPETRI, para anggotanya mendapatkan kesempatan untuk masuk ke pasar global agar pengobatan tradisional ramuan Indonesia semakin dikenal ke berbagai negara. 

Demikianlah, selayang pandang tentang P-ASPETRI. Selanjutnya, saksikan lokakarya bersama pengurus P-ASPETRI dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional 2020. Semoga para praktisi obat tradisional ramuan Indonesia semakin berjaya dan masyarakat Indonesia bertambah sehat. Selamat menonton!

survey