Kuntulan

Kumarajana

Karya musik Kumarajana ini menyajikan suatu unsur nilai-nilai yang terkandung dalam ritual adat Punjari Kumoro, dimana ritual ini dilakukan oleh masyarakat desa Aliyan, Banyuwangi dalam menghadapi situasi kemarau panjang untuk meminta kepada Tuhan agar segera diturunkan hujan.

Kata Kumarajana ini diambil dari bahasa osing Banyuwangi, yakni Kumara, Ja, dan Na. Kumara artinya jiwa, ja dan na artinya jangan ada. Judul Kumarajana ini dimaksudkan “Kosongkan jiwa jika adanya keinginan roh yang masuk pada diri kita”. Melalui karya musik ini diharapkan mampu memberikan alternatif karya-karya kreatif musik tradisi yang berkembang di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi.

Garapan pada karya musik Kumarajana ini berorientasi pada musik Kuntulan yang sudah dikembangkan dengan kombinasi beberapa unsur musik tradisi Banyuwangi lainnya seperti musik angklung paglak, dan unsur musik pada kesenian gandrung. Beberapa kesenian itu sendiri merupakan pertunjukan musik khas Banyuwangi yang sangat atraktif, rancak dan unik.

survey