Embassy of the United Mexican States

Hola Meksiko, Marimba dan Jurus Biola

Tengoklah bendera kebangsaan Meksiko. Ada unsur merah dan putih di dalamnya. Ini bukan upaya mengutak-atik makna visual. Namun, ingin membuktikan bahwa ada spirit yang sama antara dua negara. Merah adalah spirit keberanian, kekuatan, perjuangan. Putih adalah spirit ketulusan, kejujuran, keadilan.

Berangkat dari persamaan mental itu, Indonesia bersahabat dengan Meksiko, dan juga sebaliknya. Persahabatan ini diikrarkan pada 6 April 1953. Tepatnya, 67 tahun silam. Jangka waktu yang sudah cukup dewasa nan tua bagi antarbangsa dalam bersahabat, bahkan sudah selaik saudara. Sebagai sahabat tua, wabil khusus dalam persoalan budaya, Indonesia dan Meksiko sangat mesra. Salah satu bentuk kemesraan persahabatan ini terlampir dalam catatan sejarah, tatkala Presiden Soekarno mendapat kiriman lukisan berharga dan aset budaya bangsa Meksiko yang telah dilindungi Undang-Undang Khusus Lukisan, yakni karya pelukis legendaris Diego Rivera.

Presiden Meksiko ketika itu, Adolfo Lopez Mateos, dengan lapang hati mengirimi kepada sahabatnya Soekarno lukisan yang bertajuk “Gadis Melayu dengan Bunga” (1955). Sosok pribadi yang menjadi model lukisan itu adalah Siti Ainsyah, istri Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Boes Effendi. Pada mulanya, Soekarno meminta sang pelukis untuk melukis nuansa Indonesia. Maka, dimintalah Siti Ainsyah menjadi model oleh Bapak Presiden. Pasca rampung, lukisan itu menjadi kekayaan seni bangsa Meksiko. Soekarno pun menginginkan lukisan tersebut menjadi koleksi bangsa Indonesia. Berkat korespondensi persahabatan lintas benua antara dua kepala negara tersebut, lukisan itu mengarungi Samudera Pasifik dan hingga kini terpajang di Galeri Nasional. Segala undang-undang yang tadinya mengikat menjadi luruh oleh kemesraan dua pemimpin tersebut.

Kemempelaian Indonesia dan Meksiko terus berlanjut. Kini, pada peristiwa hajatan besar kebudayaan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Meksiko mendapat tempat secara khusus untuk menyajikan pertunjukan seni dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020. Penampilan kesenian dari Meksiko akan hadir dalam wadah daring.

Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Armando Gonzalo Alvarez Reina, menyambut hangat undangan untuk berapresiasi dalam PKN 2020 dari pemerintah Indonesia. Duta Besar Meksiko dengan bangga akan menghadirkan para seniman terbaik dari negerinya. Ia menyebutkan dengan suka cita para penampil seni pertunjukan musik asal Meksiko. Mereka adalah komposer terbaik bangsa Meksiko. Pertama, grup musik perkusi marimba ternama di kelas dunia dan legendaris di Meksiko, yaitu Mario Nandayapa Quartet. Kedua, musisi kontemporer Meksiko, Eduardo Bortolotti, yang mengeksplorasi bunyi dari biola dan alat musik tradisional Meksiko.

Marimba adalah alat musik perkusi dari bilah kayu dan resonator pipa. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan stick atau mallet, sejenis pemukul. Marimba termasuk dalam jenis perkusi melodis. Kalau dimirip-miripkan, marimba serupa alat musik kulintang di Indonesia. Di Meksiko, sebagai alat musik tradisional, marimba tidak bisa dilepaskan dari sebuah nama desa, yakni Chiapa de Corzo, Chiapas. Di kawasan pedesaan yang asri itulah lahir Zeferino Nandayapa (1931-2010), sang maestro legendaris musik marimba di Meksiko dan dunia.

Sebuah disertasi berjudul The Life of Marimba Master: Zeferino Nandayapa Ralda, Composer, Band Leader, Soloist (2018) karya Lindsay Michelle Whelan dari sekolah musik University of Nevada, Las Vegas telah mengulasnya. Lindsay berkesimpulan bahwa sang maestro adalah seniman marimba terbesar abad ke-20 yang sukses mengantarkan musik tradisi marimba menjadi budaya populer dalam rekaman album (semasa hidupnya merilis 70 album), radio, film dan televisi. Zeferino adalah perintis grup musik marimba yang kini diteruskan estafet kejayaannya oleh anaknya, Mario Nandayapa, dan tiga cucunya (Tania Nandayapa, Daniel Nandayapa, dan Mario Nandayapa, Jr). Para penerusnya tergabung dalam Mario Nandayapa Quartet.

Kuartet tersebut adalah grup musik keluarga, ayah dan tiga anak. Mario Nandayapa, saat ini, terbilang senior dalam musik marimba. Ia telah berkelana keliling dunia sekitar 20 negara selama 40 tahun lebih lamanya. Debutnya sebagai pemain musik marimba pada usia 14 tahun. Ia tampil di Café Agora, Mexico City, pada 1977, bersama dua saudara laki-laki dan ayahnya, Zeferino Nandayapa. Sebagai penerus, Mario tetap menjaga semangat pembaruan marimba yang dirintis mendiang ayahnya. Nuansa tradisi dari musik marimba khas Chiapas tetaplah bisa terasa walaupun diaransemen ulang dengan sentuhan musik kiwari. Alhasil, ada semacam pembauran daya: konstan dan inovatif dalam presentasi musiknya.

Sebagai penyempurna sajian kultural dari sahabat budaya kita, Meksiko, akan disusul penampilan khas violinis cum komponis musik kontemporer, Eduardo Bortolotti Lopez, asal Puebla. Meskipun Eduardo lebih dikenal selaku musisi jazz, permainannya berakar pada biola klasik. Eduardo tuntaskan studi kesarjanaan di Karol Szymanowski Academy of Music, Katowice, Polandia (2016). Tidak cukup di situ, gelar master double degree pada bidang pendidikan musik dan program khusus pemain biola jazz ia perolehnya di University of Silesia, Katowice, Polandia (2018).

Dengan kecintaannya belajar musik, Eduardo mengabdikan diri sebagai pendidik musik. Ia telah melanglang buana sebagai solois dan pemimpin ansambel. Pelbagai festival musik di berbagai negara telah diarunginya. Beberapa negara yang pernah mengundangnya pentas, antara lain adalah Cina, Azerbaijan, Turki, Siprus, Republik Ceko, Slovakia, dan Polandia. Di samping itu, tentunya rekam kiprah Eduardo sudah banyak di berbagai daerah di tanah air tercintanya sendiri, Meksiko—sebagaimana pengalaman berkarya Mario Nandayapa Quartet.

Pada Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Eduardo akan mementaskan jurus musik terbaru dengan biola andalannya yang diselingi permainan alat musik tiup tradisi Meksiko. Ia berbagi kesempatan untuk melemgkapi penampilan Mario Nandayapa Quartet, menunjukkan sebuah persahabatan budaya yang tak dibatasi ruang dan waktu. Bisa dipastikan, akan sangat menghibur. Selamat menyaksikan!

survey