Variety Show: Sandar di Semenanjung Para Daeng (Sulawesi Selatan)

Siapa yang tak akan terkagum-kagum melihat kekayaan adat dan budaya serta keindahan alam yang dimiliki Indonesia, wabil khusus yang dimiliki oleh Sulawesi Selatan. Sejarah panjang yang merentang dari Kerajaan Gowa-Tallo hingga Kerajaan Bone, dan beberapa kerajaan kecil lainnya membentuk suatu tatanan masyarakat dengan kekayaan ragam papan, sandang dan pangan yang autentik. Dalam tradisi papan, misalnya, kita tahu bahwa Sulawesi Selatan mempunyai rumah-rumah adat yang unik, seperti Tongkonan dan rumah adat Toraja, atau rumah suku Bugis, Saoraja, yang berbentuk panggung.

Selain rumah yang terbuat dari kayu papan, Sulawesi Selatan juga mewarisi desain kapal laut. Dari dulu sampai sekarang, Bulukumba menjadi tempat pembuatan kapal Pinisi, yang seluruh bagiannya juga dibuat dari kayu. Sekarang, Pinisi sudah menjadi kapal mahal dan mewah. Tidak saja dijadikan kapal barang, Pinisi juga menjadi kapal wisata, seperti yang banyak kita lihat di perairan Labuan Bajo. 

Dari Sulawesi Selatan saja kita bisa tahu bahwa masih ada banyak kelompok masyarakat yang masih memelihara adat istiadat nenek moyang mereka. Masyarakat Bugis dan Makassar, juga masyarakat Kajang, yang menghuni Kabupaten Bulukumba, masih menjaga keunikan dan keautentikan cara hidup mereka di tengah gempuran modernisme. 

Dalam program ini aktris Ine Febrianty akan menuntun Sahabat Budaya untuk mengenal lebih dekat budaya beberapa suku di Sulawesi Selatan, dan menunjukkan tempat-tempat yang wajib didatangi bila berkunjung ke negeri Pinisi tersebut. 

Sementara itu, dalam soal wastra, kain asli Sulawesi Selatan sudah pasti tak asing bagi Sahabat Budaya. Kita sering melihat para pejabat publik mengenakannya di forum nasional maupun internasional.

Balutan kain Sulawesi Selatan semakin menampakkan sisi sejarahnya ketika kita melihat para peraga mengenakannya di Benteng Rotterdam. Sahabat Budaya akan kembali mengingat bahwa bangsa kita pernah dikuasai bangsa lain, yaitu Belanda. Benteng Rotterdam adalah saksi bahwa penjajahan di Sulawesi Selatan benar-benar terjadi. 

Kain Sulawesi Selatan mendatangi tempat yang lain, yaitu Pantai Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba. Keindahan pantai dan pesona kain tradisional membuat kita tak punya alasan untuk tidak memuji kekayaan budaya dan alam Indonesia. 

Selain Ine Febrianty, grup musik Fourtwnty juga ikut berkunjung ke Sulawesi Selatan, tepatnya ke rumah suku Kajang. Mereka bermain di sana dengan dihiasi api unggun di bukit.

Latar selanjutnya yang ditampikan dalam video adalah Rammang-Rammang—kawasan alam gugusan pegunungan Karst di Desa Salenrang, Kabupaten Maros. 

Kunjungan ke suatu daerah kurang lengkap tanpa mencicipi makanan tradisionalnya. Di Sulawesi Selatan, lidah Sahabat Budaya akan dimanjakan dengan makanan khas seperti Coto Makassar, Palu Basa, Sup Konro dan Pisang Ijo. 

Sahabat Budaya, persiapkan diri Anda, sebab kita sedang untuk bersandar di Semenanjung para Daeng!


Pergelaran Lainnya:


Pos Serupa:


Tidak ada komentar

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!