Beda Suku Satu Tawa: Sapa Suruh Datang Jakarta

Komedi situasi atau Komsit adalah salah satu genre drama komedi yang pada mulanya disiarkan melalui radio. Namun, seiring perkembangan zaman, Komsit pun lebih sering hadir di layar kaca. Komsit terdiri dari elemen-elemen yang sama dengan teater, tapi bila ada suara tawa penonton, itu dihasilkan oleh efek suara. 

Pekan Kebudayaan Nasional 2021 mempersembahkan Beda Suku Satu Tawa, sebuah program  yang pada edisi kali ini akan menyajikan Komsit berjudul “Sapa Suruh Datang Jakarta” untuk Sahabat Budaya. Beberapa karakter yang tampil adalah komika yang aktif di media sosial dan sering berseliweran di beberapa acara TV nasional. Sehingga, Sahabat Budaya tak asing lagi kepada mereka. Salah satu komika yang tampil adalah komika asal Makassar, Musdalifah.

“Sapa Suruh Datang Jakarta” menceritakan tentang sebuah kos-kosan di tengah kota yang dihuni oleh enam mahasiswa yang berbeda suku dan budaya. Enam mahasiswa tersebut terdiri dari dua wanita dan empat pria. Setiap hari, suasana kos-kosan terlihat sangat unik karena latar belakang penghuni kosan tersebut yang beragam. Bahasa, dialek, adat dan budaya mereka sudah pasti berbeda, mengakar kuat sehingga situasi kehidupan perkotaan pun tak mampu mencerabutnya.

Miskomunikasi sudah pasti terjadi di antara mereka. Walau begitu, keenam penghuni kos-kosan ini selalu berusaha untuk tetap saling memahami dan menghargai satu sama lain. Sebab, mereka semua merupakan orang-orang yang mengamalkan ajaran Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. 

Dari semangat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tersebut, mereka terus berkomunikasi dengan cara masing-masing. Pertukaran informasi adat dan budaya di antara mereka telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam suasana yang beragam tersebut, ajaran “semua tempat adalah sekolah” pun diterapkan oleh keenam mahasiswa ini.

Dalam keseharian mereka, keenam mahasiswa ini adalah pribadi yang mandiri dan hampir semuanya kuliah sambil bekerja. Situasi semacam ini sangat khas bagi mahasiswa yang mengkhawatirkan kiriman uang dari orang tua mereka, atau ingin menambah uang jajan di kampus. 

Suasana di kosan semakin ramai dengan kedatangan seorang pembantu polos, tetapi sok tahu. Kesoktahuan pembantu polos ini membuat ia kerap jadi korban keisengan para penghuni kosan. Dinamika kehidupan kos-kosan ditambah dengan putri ibu kost yang berparas cantik, pintar bisnis dan nyablak.

Sekilas perihal Komsit “Sapa Suruh Datang Jakarta” Silakan Sahabat Budaya memutar langsung videonya. Jangan lewatkan keseruan dan kejenakaan Komsit ini dan selamat menikmati!


Pergelaran Lainnya:


Tidak ada komentar

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!