Beda Suku Satu Tawa Roasting Sandang, Pangan, Papan (Stand Up Comedy)2

Dunia komedi terus berkembang di Tanah Air. Pada tahun 90-an, kita disuguhi komedi Warkop DKI. Bahkan, sampai sekarang film-film lama mereka masih sering ditayangkan ulang oleh sejumlah stasiun televisi nasional. Pada awal 2000-an, format grup komedi juga masih ada di televisi. Grup tersebut antara lain adalah Cagur, Bajaj, Patrio dan lain-lain. Namun, dalam 10 tahun terakhir, panggung komedi di Indonesia dimeriahkan oleh kehadiran format lawak yang berbeda, yaitu stand up comedy, yang pada umumnya dibawakan oleh satu penampil.

Dalam stand up comedy, seorang penampil berdiri di depan mikrofon, menuturkan materi yang telah ia tulis sendiri. Umumnya, materi tersebut berisi cerita yang berpotensi mengundang tawa. Orang yang membawakan materi ini disebut sebagai komika. 

Para komika membungkus kegelisahan pribadi mereka ke dalam materi komedi yang mereka bawakan di atas panggung. Kegelisahan tersebut bisa berasal dari situasi politik Nasional, fenomena urban dan kebiasaan khas di sejumlah kota di luar Jawa. Seperti komika asal Papua, Arie Kriting, misalnya, yang kerap mengangkat isu “ketertinggalan” di wilayah Timur Indonesia. 

Pada tahun ini Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) menyelenggarakan panggung stand up comedy dengan tajuk Beda Suku Satu Tawa. Program ini melibatkan para komika yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari program ini, PKN ingin menyampaikan bahwa tawa tak mengenal latar belakang: Siapa pun Anda, dari suku mana pun Anda, bila cerita Anda lucu, kita semua akan tertawa. 

Dalam video ini, para komika merespons atau me-roasting tema “Sandang,” “Pangan” dan “Papan.” Dari mereka, penonton akan mendapat perspektif yang beragam tentang makanan, pakaian dan rumah-rumah adat dari sejumlah daerah di Indonesia. Para komika juga berbagi pengalaman atas rasa makanan khas tradisional yang banyak mengandung rempah-rempah khas Tanah Air. 

Para komika membahas banyak hal di program ini. Kita akan melihat bagaimana perspektif komika memandang tiga komponen penting dalam kehidupan. Gaya berbusana seseorang, cara makan dan rasa makanan di sejumlah daerah, dan bentuk-bentuk rumah dari beberapa daerah dituturkan dalam bentuk komedi dalam program ini. 

Video ini adalah episode pertama (dari dua episode) yang terdiri dari delapan segmen. “Roasting Sandang, Pangan, Papan” ini semakin seru dan layak diikuti karena dipandu oleh dua pembawa acara kawakan yang, tak diragukan lagi, punya rasa humor tinggi. Mereka adalah Indra Bekti dan Kamal Rasyid.


Pergelaran Lainnya:


Tidak ada komentar

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!