Pasarbudaya

LUCKY WIJAYANTI

Shawl

Karya ini merupakan hasil dari penelitian tentang semakin berkurangnya jenis kupu-kupu yang hidup di Indonesia. Sehingga perlu adanya perlindungan terhadap kupu-kupu yang nyaris punah tersebut iantaranya: genus Ornithoptera (kupu-kupu sayap burung), Troides (kupu-kupu raja), Trogonoptera (kupu-kupu rajah brooke), serta Chetosiamyrina (kupu-kupu sayap renda Kupu-kupu adalah salah satu mata rantai ekosistem dan keseimbangan alam semesta Ranah seni dapat digunakan sebagai media komunikasi dalam mensosialisasikan pelestarian kupu-kupu kepada masyarakat. Produk yang akan dibuat adalah selendang atau syal sebagai fashion item dengan gambar kupu-kupu yang termasuk dalam katagori species langka. Teknik pembuatannya menggunakan teknik batik tulis, sebagai misi untuk pelestarian budaya Nusantara, lukis dan digital print sebagai pemanfaatan teknologi.

NILA GALERI

Mangkuk Tikar

Memanfaatkan bahan bahan yang ada dialam Atau lingkungan sekitar dengan proses benar adalah salah satu cara merawat lingkungan, bahan-bahan ini diolah dengan baik sehingga menjadi produk yang multi fungsi dan berkwalitas.

bejana tikar

Memanfaatkan bahan bahan yang ada dialam Atau lingkungan sekitar dengan proses benar adalah salah satu cara merawat lingkungan, bahan-bahan ini diolah dengan baik sehingga menjadi produk yang multi fungsi dan berkwalitas.

basket natural

Memanfaatkan bahan bahan yang ada dialam Atau lingkungan sekitar dengan proses benar adalah salah satu cara merawat lingkungan, bahan-bahan ini diolah dengan baik sehingga menjadi produk yang multi fungsi dan berkwalitas.

Payung Geulis Panyingkiran Tasikmalaya

Payung Geulis

Payung geulis adalah simbol kebanggaan masyarakat kota Tasikmalaya, Payung geulis atau payung cantik aslinya terbuat dari kayu dan kertas yang dicat dan berhiaskan bunga-bungaan warna-warni sangat indah apalagi dibuat oleh tangan-tangan terampil sehingga memang memiliki nilai estetis yang tinggi. Di masa lalu payung geulis berfungsi sebagai pelengkap busana saat keluar rumah yaitu sbagai pelindung dari terik matahari. Sedangkan di masa sekarang seringnya digunakan sebagai hiasan interior ruangan atau untuk koleksi. Saat ini masih ada yang menekuni pembuatan perajin payung geulis namun tidaklah banyak.tapi masih bisa ditemui di kota Tasikmalaya

PENGRAJIN AYAMAN PURUN AL-FIRDAUS (Komunitas)

Anyaman Purun

KERAJINAN PURUN kerajinan yang terbuat dari tanaman Purundengan teknik anyaman. Ini merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar dan endemic di ekosistem gambut di daerah Kalimantan Selatan Kampung Purun adalah salah satu kampung yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), aslinya adalah Kelurahan Palam namun juluki Kampung Purun karena hampir seluruh warganya, terutama wanita pandai menganyam purun. Purun dalam bahasa Banjar sejenis rumput yang tumbuh liar di rawa-rawa. Purun biasanya dijadikan bahan baku kerajinan anyaman. Kebanyakan purun dibuat anyaman tikar dan tas.Saat ini, bahan baku mereka dapatkan dari pengumpul yang memetik langsung purun di lahan-lahan rawa. Setelah dipetik, purun-purun kemudian dijual kepada para penganyam purun. Di Kampung Purun, Banjarbaru, terdapat 4 kelompok usaha pembuat anyaman purun. Satu kelompok terdiri 20 hingga 25 orang. Hasil anyaman purun dari Kampung Purun, bahkan sudah menembus pasar 4 negara. Salasiah, salah satu pembuat anyaman purun mengatakan, Kampung Purun baru dikenal sejak 3 tahun terakhir sekitar 2016 . Sebelum ini, selain menjadi ibu rumah tangga, wanita-wanita di Kampung Purun berprofesi sebagai petani dan buruh lepas. hassil kerajinaPurunn nsudah menembus ke mancanegara yaitu Australia, Irak, Turki, dan Italia.

Anyaman Purun

KERAJINAN PURUN kerajinan yang terbuat dari tanaman Purundengan teknik anyaman. Ini merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar dan endemic di ekosistem gambut di daerah Kalimantan Selatan Kampung Purun adalah salah satu kampung yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), aslinya adalah Kelurahan Palam namun juluki Kampung Purun karena hampir seluruh warganya, terutama wanita pandai menganyam purun. Purun dalam bahasa Banjar sejenis rumput yang tumbuh liar di rawa-rawa. Purun biasanya dijadikan bahan baku kerajinan anyaman. Kebanyakan purun dibuat anyaman tikar dan tas.Saat ini, bahan baku mereka dapatkan dari pengumpul yang memetik langsung purun di lahan-lahan rawa. Setelah dipetik, purun-purun kemudian dijual kepada para penganyam purun. Di Kampung Purun, Banjarbaru, terdapat 4 kelompok usaha pembuat anyaman purun. Satu kelompok terdiri 20 hingga 25 orang. Hasil anyaman purun dari Kampung Purun, bahkan sudah menembus pasar 4 negara. Salasiah, salah satu pembuat anyaman purun mengatakan, Kampung Purun baru dikenal sejak 3 tahun terakhir sekitar 2016 . Sebelum ini, selain menjadi ibu rumah tangga, wanita-wanita di Kampung Purun berprofesi sebagai petani dan buruh lepas. hassil kerajinaPurunn nsudah menembus ke mancanegara yaitu Australia, Irak, Turki, dan Italia.

KERAJINAN PURUN kerajinan yang terbuat dari tanaman Purundengan teknik anyaman. Ini merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar dan endemic di ekosistem gambut di daerah Kalimantan Selatan Kampung Purun adalah salah satu kampung yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), aslinya adalah Kelurahan Palam namun juluki Kampung Purun karena hampir seluruh warganya, terutama wanita pandai menganyam purun. Purun dalam bahasa Banjar sejenis rumput yang tumbuh liar di rawa-rawa. Purun biasanya dijadikan bahan baku kerajinan anyaman. Kebanyakan purun dibuat anyaman tikar dan tas.Saat ini, bahan baku mereka dapatkan dari pengumpul yang memetik langsung purun di lahan-lahan rawa. Setelah dipetik, purun-purun kemudian dijual kepada para penganyam purun. Di Kampung Purun, Banjarbaru, terdapat 4 kelompok usaha pembuat anyaman purun. Satu kelompok terdiri 20 hingga 25 orang. Hasil anyaman purun dari Kampung Purun, bahkan sudah menembus pasar 4 negara. Salasiah, salah satu pembuat anyaman purun mengatakan, Kampung Purun baru dikenal sejak 3 tahun terakhir sekitar 2016 . Sebelum ini, selain menjadi ibu rumah tangga, wanita-wanita di Kampung Purun berprofesi sebagai petani dan buruh lepas. hassil kerajinaPurunn nsudah menembus ke mancanegara yaitu Australia, Irak, Turki, dan Italia.

Anyaman Purun

KERAJINAN PURUN kerajinan yang terbuat dari tanaman Purundengan teknik anyaman. Ini merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar dan endemic di ekosistem gambut di daerah Kalimantan Selatan Kampung Purun adalah salah satu kampung yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), aslinya adalah Kelurahan Palam namun juluki Kampung Purun karena hampir seluruh warganya, terutama wanita pandai menganyam purun. Purun dalam bahasa Banjar sejenis rumput yang tumbuh liar di rawa-rawa. Purun biasanya dijadikan bahan baku kerajinan anyaman. Kebanyakan purun dibuat anyaman tikar dan tas.Saat ini, bahan baku mereka dapatkan dari pengumpul yang memetik langsung purun di lahan-lahan rawa. Setelah dipetik, purun-purun kemudian dijual kepada para penganyam purun. Di Kampung Purun, Banjarbaru, terdapat 4 kelompok usaha pembuat anyaman purun. Satu kelompok terdiri 20 hingga 25 orang. Hasil anyaman purun dari Kampung Purun, bahkan sudah menembus pasar 4 negara. Salasiah, salah satu pembuat anyaman purun mengatakan, Kampung Purun baru dikenal sejak 3 tahun terakhir sekitar 2016 . Sebelum ini, selain menjadi ibu rumah tangga, wanita-wanita di Kampung Purun berprofesi sebagai petani dan buruh lepas. hassil kerajinaPurunn nsudah menembus ke mancanegara yaitu Australia, Irak, Turki, dan Italia.

KERAJINAN PURUN kerajinan yang terbuat dari tanaman Purundengan teknik anyaman. Ini merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar dan endemic di ekosistem gambut di daerah Kalimantan Selatan Kampung Purun adalah salah satu kampung yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), aslinya adalah Kelurahan Palam namun juluki Kampung Purun karena hampir seluruh warganya, terutama wanita pandai menganyam purun. Purun dalam bahasa Banjar sejenis rumput yang tumbuh liar di rawa-rawa. Purun biasanya dijadikan bahan baku kerajinan anyaman. Kebanyakan purun dibuat anyaman tikar dan tas.Saat ini, bahan baku mereka dapatkan dari pengumpul yang memetik langsung purun di lahan-lahan rawa. Setelah dipetik, purun-purun kemudian dijual kepada para penganyam purun. Di Kampung Purun, Banjarbaru, terdapat 4 kelompok usaha pembuat anyaman purun. Satu kelompok terdiri 20 hingga 25 orang. Hasil anyaman purun dari Kampung Purun, bahkan sudah menembus pasar 4 negara. Salasiah, salah satu pembuat anyaman purun mengatakan, Kampung Purun baru dikenal sejak 3 tahun terakhir sekitar 2016 . Sebelum ini, selain menjadi ibu rumah tangga, wanita-wanita di Kampung Purun berprofesi sebagai petani dan buruh lepas. hassil kerajinaPurunn nsudah menembus ke mancanegara yaitu Australia, Irak, Turki, dan Italia.

PONI’S WEAVING CENTER

Songket Beratan

Tradisi menenun kain songket di Kelurahan Beratan terkait dengan konsep agaluh agandring sebagai satu bentuk pembagian mata pencaharian di dalam keluarga inti di mana perempuan bekerja sebagai penenun kain songket, sementara laki-laki mengerjakan kerajinan emas dan perak sebagai mata pencaharian. Profesi agaluh masih tetap berlangsung sampai saat ini. Ciri khas kain tenun songket Beratan adalah ragam hias/motif klasik yang dibuat dengan ukuran benang emas yang kecil sehingga renyep (rapat dan indah) dan kerep (rapat dan halus), alasannya adalah agar songket menjadi ringan, tidak berat dipakai, istimewanya lagi adalah bagian dalam dan luar kain tidak berbeda secara tampilan. Di masa sekarang tradisi menenun songket sangat diuntungkan oleh tradisi di Bali yang masih menggunakan pakaian tradisional saat melakukan upacara dalam kehidupan sehari-hari. Tenun Beratan juga masuk ke dalam Warisan Budaya Tak Benda untuk kategori Kain/Tekstil tradisi.

Puri Andini

Cerramics ”Alun Biru”

Puri Andini berpengalaman dalam pengolahan Keramik baik dari sisi proses produksi juga desain. Kekuatan Puri adalah selalu menemukan tehnik Dalam proses pembuatan sehingga membuahkan Karya yang unik dan spesifik. Karya nya kali ini Yang berjudul “Alun biru” yang berupa piring-piring Keramik ini adalah perpaduan Konsep dan teknik.

Rumah Batik Lumintu by Eka

Batik Tulis Lasem Sarung 3 Negeri

Batik diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2009, saat itu batik Lasem yang sempat mengalami penurunan mulai bergairah kembali. Tahun 2016 hanya tersisa beberapa keluarga di kota tua (pecinan) Lasem yang masih berjuang melanjutkan usaha batik warisan keluarganya. Kini terdapat setidaknya enam rumah batik di kota tua Lasem yang masih bercirikan batik pesisir Tionghoa dan 120 rumah batik di seluruh Kabupaten Rembang. Rumah Batik Lumintu adalah salah satu dari enam rumah batik yang mempertahankan ciri batik pesisir Tionghoa. Pemiliknya, Ekawati mempertahankan motif-motif hasil eksplorasi dari leluhurnya yang dipadukan dengan motif-motif lokal sehingga memperkaya dan menjadi motif khas rumah batiknya. Kekhasan Rumah Batik Lumintu adalah motif Bunga Seruni yang dipadukan dengan aneka motif lainnya. Ada 2 karya yang dipamerkan di sini yaitu 1. Batik Tiga Negeri (memiliki dominan 3 warna yatiu merah, biru dan coklat) bermotif bunga seruni dengan latar sekarjagad dengan tumpal lerek-lerek 2. Batik Bangbiron ( warna khas Lasem yaitu merah darah dan biru) motif seruni latar sekar jagad

Kain batik tulis warna bangbiron

Batik diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2009, saat itu batik Lasem yang sempat mengalami penurunan mulai bergairah kembali. Tahun 2016 hanya tersisa beberapa keluarga di kota tua (pecinan) Lasem yang masih berjuang melanjutkan usaha batik warisan keluarganya. Kini terdapat setidaknya enam rumah batik di kota tua Lasem yang masih bercirikan batik pesisir Tionghoa dan 120 rumah batik di seluruh Kabupaten Rembang. Rumah Batik Lumintu adalah salah satu dari enam rumah batik yang mempertahankan ciri batik pesisir Tionghoa. Pemiliknya, Ekawati mempertahankan motif-motif hasil eksplorasi dari leluhurnya yang dipadukan dengan motif-motif lokal sehingga memperkaya dan menjadi motif khas rumah batiknya. Kekhasan Rumah Batik Lumintu adalah motif Bunga Seruni yang dipadukan dengan aneka motif lainnya. Ada 2 karya yang dipamerkan di sini yaitu 1. Batik Tiga Negeri (memiliki dominan 3 warna yatiu merah, biru dan coklat) bermotif bunga seruni dengan latar sekarjagad dengan tumpal lerek-lerek 2. Batik Bangbiron ( warna khas Lasem yaitu merah darah dan biru) motif seruni latar sekar jagad

RUMAH SATU

tas jinjing kotak

Mengolah kayu menjadi produk tas Yang ringan membutuhkan tehnik yang baik. Kayu disini berhasil diolah sedemikian rupa hingga menjadi produk yang baik dan mempunyai kekhasan.

tas kayu rantai limas

Mengolah kayu menjadi produk tas Yang ringan membutuhkan tehnik yang baik. Kayu disini berhasil diolah sedemikian rupa hingga menjadi produk yang baik dan mempunyai kekhasan.

tas kayu bundar rantai

Mengolah kayu menjadi produk tas Yang ringan membutuhkan tehnik yang baik. Kayu disini berhasil diolah sedemikian rupa hingga menjadi produk yang baik dan mempunyai kekhasan.

SEMBADA

Magic Toge

Kesabaran serta Craftsmanship yang tinggi dari Sembada dalam mengolah material kaca menjadi sebuah produk yang berkulitas Baik secara estetika, fungsi dan kualitas, Karya ini Patut untuk dikoleksi.

Mood Lighting Mushroom

Kesabaran serta Craftsmanship yang tinggi dari Sembada dalam mengolah material kaca menjadi sebuah produk yang berkulitas Baik secara estetika, fungsi dan kualitas, Karya ini Patut untuk dikoleksi.

SERENGAM SETIA

Produk belum tersedia.

PASARBUDAYA

X

survey