Alam Ruang Manusia – Pameran Imersif Affandi

Alam Ruang Manusia – Pameran Imersif Affandi

Lokasi:
Galeri Nasional Indonesia

Tanggal:
26 Oktober s/d 25 November 2020

Waktu:
10:00 - 17:00 WIB

M elihat kembali Affandi (1907-1990) melalui karya-karyanya seperti menemukan kekayaan khazanah visual dari sosok pembaharu seni lukis Indonesia yang juga turut berperan dalam dinamika kebudayaan nasional. Bercermin pada filosofi hidupnya yang dikenal dengan simbolisme “matahari, tangan, dan kaki”, kisah Affandi adalah kisah tentang daya hidup, kerja keras, dan terus melangkah maju. Rangkaian inspirasi yang kita butuhkan guna memulihkan diri dari situasi pandemi.

Pameran ini mengajak pengunjung merasakan pengalaman imersif “memasuki” dunia lukisan Affandi, melalui sepilihan karya sang maestro yang disajikan dalam proyeksi gambar bergerak (video mapping projection) dengan iringan musik dan suara. Disuguhkan pula sejumlah lukisan Affandi koleksi Galeri Nasional Indonesia yang merepresentasikan perjalanan artistiknya dalam periode 1940-an — 1970-an. Affandi adalah perupa penting dan berpengaruh dalam perkembangan seni rupa modern Indonesia. Ia kerap disebut sebagai representasi seni rupa modern Indonesia di kancah seni rupa internasional.

Kurator:
Bayu Genia Krishbie

 


PERHATIAN: SEMASA PANDEMI PAMERAN AKAN DIBATASI PERHARINYA MENJADI 6 SESI KUNJUNGAN DENGAN BATAS KUOTA 20 ORANG PERJAMNYA. SILAHKAN MELAKUKAN REGISTRASI SEBELUMNYA.

Pamor Sang Pangeran – Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro

Pamor Sang Pangeran – Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro

Lokasi:
Museum Nasional Indonesia

Tanggal:
28 Oktober s/d 26 November 2020

Waktu:
10:00 - 16:00 WIB

P ameran “Pamor Sang Pangeran” menampilkan sosok Pangeran Diponegoro dalam bentuk yang kekinian. Kisah kehidupan sang pangeran akan ditampilkan dengan konsep mendongeng (storytelling) dilengkapi dengan teknologi video mapping dan komik manga ala Jepang yang sangat digemari kaum muda. Sang pangeran juga akan tampil bersama kuda kesayangannya, pusaka hidup bernama Kanjeng Kiai Gentayu dalam bentuk hologram. Film animasi kisah Pangeran Diponegoro sejak penangkapan di Magelang (28 Maret 1830) hingga diasingkan ke Manado (3 Mei 1830) yang berjudul “Diponegoro 1830” juga akan melengkapi pameran berbasis teknologi ini. Dalam pameran ini disajikan pula foto-foto lukisan dan sketsa Diponegoro hasil karya seniman dalam periode 1807 hingga 2019. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah suguhan pusaka-pusaka Pangeran Diponegoro yang pernah dirampas Belanda, serta Babad Diponegoro (1831-1832) yang merupakan naskah klasik otobiografi sang pangeran yang ditulis pada awal pengasingan di Manado.

Pameran ini adalah gambaran eksplisit semangat juang Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda. Pada masa pandemi seperti sekarang, pameran ini diharapkan menjadi alternatif hiburan yang edukatif bagi masyarakat Indonesia. Kehidupan dan perjuangan Pangeran Diponegoro juga dapat menjadi inspirasi dalam pembentukan karakter bangsa serta semangat berjuang dalam menghadapi pandemi covid-19.

Kurator:
Peter Carey
Nusi Lisabilla Estudiantin

 


PERHATIAN: SEMASA PANDEMI PAMERAN AKAN DIBATASI PERHARINYA MENJADI 5 SESI KUNJUNGAN DENGAN BATAS KUOTA 25 ORANG PERJAMNYA. SILAHKAN MELAKUKAN REGISTRASI SEBELUMNYA.
survey