Kulineran

Kenali Unik & Enaknya Ragam Warisan Pangan Nusantara

Fotografi Ketertarikan Manusia Terhadap Kuliner & Penikmatnya

Objek fotografi kuliner tak melulu soal makanan dan minuman itu sendiri, bisa juga para maestro dan penikmatnya. Sebab mereka berperan menghadirkan dan mengenalkan sebuah kuliner kepada masyarakat. Memotret keduanya menjadi penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang khazanah kuliner. 

”Jadi ini bukan hanya perkara makanan, tapi juga ada elemen-elemen lain, elemen ’X’ gitu ya. Makanan boleh saja enak, tapi ada faktor ’X’ yang kadang-kadang sulit untuk dijelaskan,” tutur Marrysa Tunjung Sari atau karib dipanggil Sasha di kelas Fotografi Ketertarikan Manusia Terhadap Kuliner & Penikmatnya yang berlangsung pada 1 Agustus 2021, ruang pertemuan daring Zoom dan ruang berbagi video Youtube Live.

Pandemi Covid-19 menyadarkan pentingnya pendokumentasian kuliner. Pandemi menyebabkan banyak usaha kuliner tutup dan berpotensi mengancam keberlangsungan khazanah kuliner. 

”Nah, di sinilah kita mulai sadar bahwa pentingnya mengumpulkan data dan dokumentasi terhadap makanan-makanan khas atau yang telah lama ada bersama kita yang kemungkinan akan lenyapnya sangat tinggi sekali,” papar Sasha.

Sasha membagi pengalamannya dalam mengabadikan dunia kuliner dan kehidupan para pembuatnya melalui fotografi. Mulai dari para pedagang martabak bangka (kue terang bulan) yang tertua di kota Bogor, Wedang Ronde Alkateri, Pecel Semanggi khas Jawa Timur, hingga bubur kacang hijau. 

Sasha pernah mendokumentasikan seorang kakek (ncek) pemilik Martabak Bangka Legendaris di Gang Aut, Bogor, Jawa Barat. Kata Sasha, orangnya pendiam sehingga berkomunikasi dengannya bukanlah sesuatu yang mudah.  

”Aku berkomunikasi dengan dia itu nyicil. Mulai dari dapat namanya siapa, usianya, dan sebagainya. Awalnya cuma dijawab satu kalimat. Lama-lama jadi lebih banyak. Seperti film kungfu, untuk dapat keterangan dari dia, kita harus sering-sering datang ke sana,” tutur Sasha.

Cerita lain tentang Wedang Ronde Alkateri. Selain wedangnya enak, penjualnya juga unik. Biasa dipanggil Nyonya Wek, ia melayani pengunjung sembari berdansa diiringi lagu-lagu opera Mandarin jaman dulu. “Menarik juga untuk mendapatkan pengalaman seperti itu,” kenang Sasha.

Kiat-kiat dalam membuat karya dokumentasi fotografi yang baik

Sasha menyampaikan beberapa kiat untuk membuat karya fotografi kuliner yang baik dan menarik. Setiap orang bisa memulainya dengan melakukan pendataan kuliner, pendalaman cerita dan perencanaan dalam mendapatkan informasi yang memadai tentang maestro dan kulinernya.

Pendataan kuliner di sekitar lingkungan terdekat merupakan langkah awal yang baik. Pendataan akan memberikan gambaran tentang topik kuliner dan pelaku usaha yang bisa diangkat ke dalam karya fotografi. Supaya tidak kaku, Sasha juga menyarankan untuk melakukan pendataan menyerupai buku diari atau jurnal.

Riset, observasi, dan interaksi dengan pelaku usaha kuliner merupakan langkah selanjutnya. Bentuk riset awal dapat dilakukan dengan  bertanya kepada orang-orang sekitar tentang bisnis kuliner yang telah lama berdiri dan unik. Setelah riset kecil-kecilan, disarankan untuk tidak  menunda tahap observasi lapangan dan mulai berinteraksi dengan pemilik usaha kuliner tersebut. Interaksi akan membuat Fotografer lebih memahami seluk-beluk kuliner yang diangkat.

Ketika berinteraksi, Fotografer harus rendah hati dan jujur. ”Bukan berarti kita merasa jadi ahli makanan, tapi dengan begini kita bisa menuliskan sebuah pengalaman akan sebuah citarasa,” papar Sasha. Dengan begitu, cerita dapat menjadi lebih dalam dan terperinci. 

Menurut Sasha, Fotografer kuliner tidak perlu merangkai banyak cerita. Cukup satu cerita, tapi disajikan mendalam dan mendetail. Misalnya cerita tentang bahan dasar, cara pembuatan, khasiat dan cara penghidangan kuliner tersebut. Perhatian pada detail-detail ini akan membuat cerita lebih menarik dan berkesan. 

Sasha mengingatkan, pendokumentasian kuliner tak selalu harus menggunakan peralatan mahal. Kamera ponsel cukup memadai untuk itu. Pengetahuan teknis fotografi pun bisa dipelajari sembari praktik.

”Yang penting pengerjaannya rapi, tata letak makanannya rapi, fokus yang kita ingin bicarakan menonjol,” sebut Sasha.

Pendokumentasian sebagai usaha bersama

Sasha berpetualang sekaligus mendokumentasikan berbagai kuliner Nusantara selama enam tahun. Serentang itu, dia menyadari masih banyak ragam kuliner dan maestronya di antero Nusantara yang belum terdokumentasi dengan baik. Pendokumentasian enam tahun hanya mengungkap sebagian kecil khazanah kuliner Nusantara.

”Kalau teman-teman pikir nanti setelah aku sharing beberapa materi di sini, teman-teman pikir ’Lho, itu banyak.’ Ini tidak banyak. Percayalah, Indonesia itu jauh lebih banyak lagi daripada ini,” ujar Sasha.

Fendi Siregar, Fotografer senior yang turut menjadi pembicara dalam kelas ini, sependapat dengan Sasha. Lebih banyak khazanah kuliner Indonesia yang belum terdokumentasi. Dia memandang pentingnya upaya pendokumentasian kuliner. Pendokumentasian kuliner akan membantu warisan budaya ini terawat dan berkembang dari generasi ke generasi. 

Bagi Fendi, semua orang mempunyai tanggung jawab yang sama dalam pendokumentasian kuliner. ”Yang bisa merekam itu otomatis adalah Anda yang berada di daerah itu. Itu harus kita selamatkan sama-sama,” pungkas Fendi.  


Bicara mengenai pangan dan hidangan kuliner berarti bicara mengenai indera pencerap yang lain juga, bukan hanya indera pengecap. Salah satunya indera penglihatan. Maka, penampilan dari sajian kuliner menjadi salah satu bagian penting. Oleh sebab itu, berkembang apa yang kita kenal sebagai fotografi kuliner. Akan tetapi, fotografi kuliner tidak terbatas pada fotografi makanan sebagai objek kuliner. Ada manusia di balik objek kuliner, ada juga penikmatnya. Menangkap suasana atau nuansa dari manusia yang ada dalam lingkaran kuliner juga tidak kalah menarik dan penting. Dalam Kelas Generasi Cerlang ini kita akan belajar menangkap momen yang bisa hilang dalam sekejap itu.

  • Ada kejutan menarik untuk lima pendaftar pertama!
  • Menangkan hadiah untuk tiga peserta teraktif!

Narasumber dan Materi

Fotografi Ketertarikan Manusia Terhadap Kuliner & Penikmatnya

  1. Fendi Siregar
  2. Marrysa Tunjung Sari

Pembukaan Pendaftaran

24 Juli 2021

Penutupan Pendaftaran

31 Juli 2021

Waktu Penyelenggaraan

Minggu, 01 Agustus 2021

13.30 - 16.30 WIB

Narahubung

Adinda Tiara Zahrani (087883718440)

Tidak ada komentar

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!