Jauh di Mata – Dekat di Hati: Kisah Rasa Indonesia dari 5 Benua

 

Indonesia memiliki kekayaan kuliner melimpah yang sebagian sudah mendunia. Tak hanya karena bentuk dan cita rasa yang khas, tapi juga budaya rantau yang turut memperkenalkan pangan Nusantara ke penjuru bumi. Latar belakang dan wawasan yang berbeda dari para perantau (diaspora) Indonesia di negeri asing menjadi bekal tersendiri dalam mengarungi berbagai tantangan global. Begitu juga dengan mereka yang ada di dalam negeri dan terus giat mewartakan kekayaan kuliner Indonesia ke mancanegara. Ingin tahu bagaimana upaya dan peran para pecinta dan pejuang kuliner Indonesia dalam memperluas pengetahuan budaya pangan Indonesia di 7 negara? Seperti apa respons dunia terkait hal tersebut? Temukan jawabannya dalam Jauh di Mata – Dekat di Hati. Cerita Rasa Indonesia dari 5 Benua. Sesi ini akan menghadirkan bersama para praktisi kuliner diaspora asal Indonesia dan luar negeri.

 

  • Ada kejutan menarik untuk lima pendaftar pertama!
  • Menangkan hadiah untuk tiga peserta teraktif!

Narasumber

  1. Agus Hermawan (Chef Executive, Ron Gastrobar Indonesia, Belanda)
    Agus adalah Chef Executive tiga restoran di Amsterdam bernama Ron Gastrobar Indonesia. Agus meninggalkan pulau Jawa lebih dari dua puluh tahun yang lalu dengan berbekal pengetahuan memasak dari Ibunya. Pengetahuan dan keahlian budaya kuliner Indonesia membawa Agus menjadi Consultant en Restorateur Netherland di Uni Eropa, Culinary Ambassador Diaspora di Belanda, Duta Kuliner 30 IKTI oleh Kementerian Pariwisata Indonesia dan juga pernah menjadi Staf Chef Garuda Indonesia untuk Kelas Bisnis.
  2. Frieda Olivia (Pendiri Bali Food Truck & Tempeh, Afrika Selatan)
    Frieda adalah pelaku bisnis kuliner Indonesia yang menetap di Cape Town, Afrika Selatan. Dengan Bali Food Truck-nya, Frieda aktif mempromosikan kuliner Indonesia di berbagai acara publik serta melayani private events catering sejak tahun 2016. Selain masakan Indonesia, di tahun 2020, Frieda juga mulai memproduksi dan memperkenalkan tempe dengan brand “TempehSA”. Mimpinya adalah membuat tempe lebih mendunia termasuk di Afrika Selatan yang masyarakatnya masih banyak yang belum mengenal tempe.
  3. Helianti Hilman (Pendiri Javara & Sekolah Seniman Pangan, Indonesia)
    Helianti dikenal luas sebagai promotor biodiversitas pangan dengan reputasi nasional dan internasional. Melalui brand Javara, sejak 2008 Helianti mengantarkan ratusan produk pangan warisan terlupakan Indonesia sehingga dapat masuk ke pasar nasional dan lebih dari 30 negara. Atas kiprahnya dalam mendorong trend perubahan sistem pangan yang lebih ramah terhadap pangan artisan, bahan pangan lokal serta keanekaragaman hayati dan budaya nasional, yang memiliki dampak ekologi dan sosial, Helianti telah memenangkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri serta mendapatkan liputan dari berbagai media nasional dan asing,  Helianti juga merupakan Anggota Kehormatan AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia), UNCTAD Advocate for Women in E-Trade dan Anggota UNFSS (United Nations Food System Summit) Champions.
  4. Miranti Kisdarjono (Pendiri The Joy of Feasting, Lifestyle Brand tentang Makanan & Budaya, Amerika)
    Miranti adalah pendiri The Joy of Feasting, sebuah lifestyle brand yg mengeksplorasi hubungan erat antara kuliner dan budaya. Miranti telah bermukim di Brooklyn NY selama lebih dari 20 tahun. Dengan latar belakangnya dalam bidang seni, desain dan panggung, chef otodidak ini menggunakan medium kuliner sebagai kanvas untuk bercerita dan merancang momen momen yg mengesankan lewat event pop up dan pertunjukkan seni. Ia dijuluki sebagai “Penyair Kuliner” oleh celebrity chef Graham Elliot, setelah kemenangannya dalam salah satu cooking show yg ditayangkan di Food Network USA. Kreatifitas Miranti terus membawanya mengembangkan resep warisan dan mengeksplorasi dampak seni kuliner terhadap budaya sekitar.
  5. Nick Molodysky (Penulis dan Konten Kreator Kuliner Indonesia, Australia)
    Nick adalah seorang penulis dan konten kreator asal Sydney, Australia. Nick mendedikasikan waktunya untuk mengangkat serta membagikan resep dan informasi mengenai bahan makanan dari daerah-daerah di Indonesia. Terlebih lagi yang sudah mulai jarang diketahui masyarakat umum. Nick memiliki channel bernama,  Masak-Masak Dengan Nick.
  6. Petty Elliott (Penulis Buku Kuliner, Chef & Pendiri Rasaku, Inggris)
    Petty Pandean-Elliott bekerja sebagai jurnalis makanan selama 12 tahun. Ia adalah kontributor untuk Colours (majalah  maskapai Garuda Indonesia), Jakarta Globe,  Now Jakarta, dan Four Season International NY. Ia juga menulis buku makanan, Papaya Flower dan Jakarta Bites, dimana Jakarta Bites mendapat penghargaan sebagai buku terbaik kategori ‘street food’ dari Gourmand World Book Awards. Petty juga adalah chef yang menjadi konsultan dan guest chef di berbagai hotel di mancanegara. Ciri khas kreasi Petty adalah makanan Indonesia dengan sentuhan modern. Sejak 4 tahun lalu, Petty berdomisili di Inggris.
  7. Pepy Nasution (Pendiri Indonesia Eats & Cook Instructor, Kanada)
    Pepy Nasution adalah pendiri IndonesiaEats.com. Ia juga dikenal sebagai food photographer, cooking instructor dan caterer yang memulai blogging untuk memperkenalkan masakan Indonesia dalam bahasa Inggris sejak tahun 2006.  Pepy tinggal di  Kanada sejak 2005. Sebelum kepindahan ke Edmonton, Alberta, ia tinggal di Winnipeg, Manitoba. Homey dan adaptasi  dengan bahan-bahan lokal dan musiman Kanada  adalah ciri khas dari kreasi Pepy dan tidak lupa dengan menambahkan cerita-cerita dari sisi kultural. Baru-baru ini, Pepy berkontribusi pada 2 buku masakan Indonesia yang diterbitkan di Belanda.

Moderator

Kestity Pringgoharjono (Pendiri Preserve Indonesia)

Pembukaan Pendaftaran

07 Oktober 2021

Penutupan Pendaftaran

16 Oktober 2021

Waktu Penyelenggaraan

Sabtu, 16 Oktober 2021

13.00 - 16.00 WIB

Narahubung

Adinda Tiara Zahrani (087883718440)