Narasi Budaya Pangan Dalam Sinematografi & Digital Platform

Belakangan ini, budaya pangan Nusantara kian menarik perhatian masyarakat. Ini ditunjang oleh program kuliner yang tayang di pelbagai stasiun televisi. Misalnya program Wisata Kuliner yang diracik oleh Bondan Winarno, jurnalis dan penulis. Selain itu, banyak sineas lokal mulai mengemas budaya pangan sebagai tema utama karya filmnya. Ternyata film dengan tema pangan memiliki daya tarik tersendiri dan dapat dengan mudah memikat hati masyarakat Indonesia.Satu contohnya adalah Tabula Rasa yang mengangkat tema masakan Minang. Tak cukup di televisi dan bioskop, usaha mengangkat budaya pangan juga merambah ke digital platform. Kuliner Nusantara menjadi konten menarik di media sosial seperti Youtube dan Instagram. Lalu sebesar apa peran sinematografi dan digital platform dalam memperkenalkan budaya pangan Nusantara? Mari ikuti bincang-bincang Narasi Budaya Pangan Dalam Sinematografi & Digital Platform bersama para pakar perfilman dan pembawa acara program acara kuliner. Jangan sampai ketinggalan.

  • Ada kejutan menarik untuk lima pendaftar pertama!
  • Menangkan hadiah untuk tiga peserta teraktif!

Narasumber dan Materi

1. Benu Beloe (Produser & TV Host Program Food Story, Kompas TV)
2. Mahandis Yoanata Thamrin (Editor Pelaksana, National Geographic Indonesia)
3. Riri Riza (Pembuat Film/Direktur Kreatif Miles Films)
4. Arianne Santoso (Senior Analyst, Government Affairs and Public Policy, Google Indonesia)
5. Wisnu Surya Pratama (Sutradara Dokumenter Borobudur)

Moderator

  1. Helianti Hilman (Promotor dan Entrepreneur Food Biodiversitas Indonesia)
  2. Kestity Pringgoharjono (Pendiri Preserve Indonesia)

Waktu Penyelenggaraan

Rabu, 24 November 2021

12.30-15.00 WIB

Narahubung

Adinda Tiara Zahrani (087883718440)

2 Komentar
  • Eko Setyo Nurkhamdani
    Diposting pada tanggal 23 November 2021 Balas

    Budaya dengan nilai-nilai, sistem sosial dan material yang terkait dengan pangan lokal membuat sikap rumah tangga setuju terhadap kebiasaan makan pangan lokal. Hal ini berarti bahwa kebudayaan di mana seorang individu tinggal dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pemebtukan sikap terhadap kabiasaan makannya

  • Eko Setyo Nurkhamdani
    Diposting pada tanggal 23 November 2021 Balas

    Mengembalikan jati diri bangsa untuk mendukung cita-cita menuju Indonesia maju yang berkarakter melalui industri sinematografi. Industri sinematografi yang sering dianggap sebagai faktor penggerus budaya dan jati diri asli Indonesia dapat menjadi cara terbaik untuk mengembalikannya

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!