Buah Akulturasi: Rumah Kebaya Cina Benteng

Acap kali kita mendengar istilah Cina Benteng. Tetapi tahukah Anda, mengapa ada sebutan atau istilah Cina Benteng ini? Cina Benteng merupakan sebutan atau panggilan yang mengacu pada masyarakat keturunan Tionghoa yang tinggal di Tangerang. Kota Tangerang merupakan salah satu tempat yang menjadi saksi sejarah masuk, terbentuk dan berkembangnya masyarakat Tionghoa di pulau Jawa.

Nama “Cina Benteng” sendiri berasal dari kata “Benteng,” nama lama kota Tangerang. Masyarakat Cina Benteng adalah warga Cina peranakan yang sudah berakulturasi dan beradaptasi dengan lingkungan dan kebudayaan lokal. Percampuran budaya atau akulturasi ini menghasilkan budaya baru. Warga Cina Benteng tinggal di sebuah rumah tradisional peninggalan turun-temurun yang hingga kini masih bisa kita temukan jika berkunjung ke kota Tangerang. Rumah itu biasa disebut dengan Rumah Kebaya Cina Benteng. 

 

Rumah Kebaya Cina Benteng

Jika kita bertandang ke pinggiran kota Tangerang, kita akan melihat ada rumah kayu besar yang dari samping terlihat seperti tiga atau empat rumah kopel. Di depan rumah, ada paseban lebar, dan di halamannya bertegel terakota. Lalu, ada kertas kuning dan merah berisi tulisan Cina di atas pintu dan tempat hio di samping. Pada musim panen, halaman depan rumah akan penuh dengan padi yang dijemur. 

Itu adalah Rumah Kebaya Cina Benteng. Apa itu Rumah Kebaya Cina Benteng? Jika mendengar kata Rumah Kebaya, pasti kita mengira bahwa itu adalah sebuah rumah yang di dalamnya terdapat beragam koleksi kebaya. Akan tetapi, tidak begitu kenyataannya pada rumah yang satu ini. Sebenarnya, tidak ada yang tahu mengapa rumah ini dijuluki dengan “Rumah Kebaya.” Bahkan, asal-usul rumah ini pun tidak begitu jelas. 

Ada beberapa versi yang menyebutkan mengapa rumah tersebut dinamakan Rumah Kebaya. Salah satunya adalah karena penghuninya memakai kebaya. Versi lainnya menyebutkan karena bentuk rumahnya menyerupai kebaya. 

Rumah Kebaya adalah rumah tradisional masyarakat Cina Benteng. Pada dahulu kala, rumah ini ditinggali oleh orang Tionghoa, khususnya yang berprofesi sebagai petani, sehingga rumah ini pun banyak dijumpai di daerah pertanian. 

 

Pembagian Zona dan Feng Shui Rumah Kebaya Cina Benteng

Orang Cina Benteng percaya bahwa rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal. Proses pembangunan sebuah rumah pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, salah-salah bisa mendatangkan celaka. Feng shui adalah hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan warga Tionghoa. Feng shui menentukan estetika, struktur bangunan, posisi ruangan, arah pintu, letak lampu dan lain sebagainya. 

Dalam membangun Rumah Kebaya, ada aturan tentang tata letak ruangan hingga penggunaan jenis bahan bakunya. Hampir keseluruhan dari bangunan Rumah Kebaya Cina Benteng memakai bahan baku kayu, mulai dari atap, tiang penyangga hingga dinding rumah. 

Sedangkan, pembagian ruang dan tata letak dalam Rumah Kebaya selalu sama. Bagian depan rumah merupakan tempat menjemur padi, dan paseban digunakan untuk tempat menerima tamu. Lalu, ada ruang tengah dan kamar tidur. Menurut tradisi, ruang tengah merupakan tempat paling privat dan sakral. Ruangan ini hanya terbuka bagi keluarga dan teman dekat, kecuali pada saat upacara penting.

Di tiap sisi ruang tengah, terdapat dua kamar tidur; sisi kanan untuk anak perempuan, sedangkan sisi kiri untuk orang tua dan anak laki-laki. Lalu, di kanan dan kiri meja sembahyang, terdapat sebuah pintu yang menuju gang pendek ke ruang tengah. Pengaturan ruangan dan tata letak yang serupa ini juga dapat ditemui di rumah Peranakan Cina di Lasem dan Kudus. Hal ini membuktikan bahwa hingga kini pembagian ruangan ini masih ditaati. 

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, Rumah Kebaya Cina Benteng mengalami adaptasi. Di antaranya adalah transformasi bentuk bangunan, pola ruang, fungsi serta ornamennya. Di lain sisi, adaptasi ini tidak lepas dari arsitektur Betawi sehingga menyerupai Rumah Kebaya Betawi. 

Pekan Kebudayaan Nasional 2021 mengambil tema besar sandang, pangan dan papan. Sahabat Budaya bisa lebih mengenal kekayaan biokultural negeri ini melalui program-program PKN 2021. Rumah Kebaya Cina Benteng hanya satu dari ratusan ragam arsitektur yang Anda bisa tahu lebih dalam. Maka, ikuti seluruh program PKN 2021 untuk mengetahui lebih dalam tidak hanya ragam arsitektur, melainkan juga kuliner dan produk tekstil Nusantara!

Inspirasi Lainnya:


1 Komentar
  • MARTIN TRESHNASETIA.
    Diposting pada tanggal 22 November 2021 Balas

    Kita wajib menjaga & memelihara warisan budaya masa lalu, agar anak cucu nantinya tdk salah dlm penafsiran nilai budaya nenek moyang kita.

Tulis komentar

JADIKAN PKN LEBIH BAIK LAGI

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang.

ISI SURVEYNYA DI SINI!