Public
Menggali Fase Rawat, Panen, dan Bagi di Pekan Kebudayaan Nasional 2023
Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023 tidak hanya menjadi panggung untuk merayakan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang unik. Kearifan yang mendasari PKN 2023 adalah konsep 'lumbung,' dan praktiknya tercermin dalam tiga fase penting: Rawat, Panen, dan Bagi.

Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023 adalah ajang yang diantisipasi dengan penuh semangat, tidak hanya oleh para pelaku seni dan budaya di Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat umum yang menyukai kebudayaan. Acara ini tidak hanya menjadi panggung untuk merayakan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang unik. Kearifan yang mendasari PKN 2023 adalah konsep 'lumbung,' dan praktiknya tercermin dalam tiga fase penting: Rawat, Panen, dan Bagi.

Fase Rawat: Menciptakan Dasar Kreativitas

Fase Rawat, yang dimulai sejak Juni 2023, adalah masa pra-acara PKN 2023. Dalam fase ini, para pelaku seni dan budaya terlibat dalam kegiatan residensi dan penelitian. Ini adalah waktu di mana ide-ide dan gagasan awal dijalin, sumber daya dikumpulkan, dan pemahaman mendalam tentang kebudayaan dan kearifan lokal diperdalam.

Fase Rawat mencerminkan pentingnya merawat dan memberdayakan budaya dalam upaya kolektif. Para kurator dan pelaku seni menggali akar budaya, mengeksplorasi nilai-nilai lumbung sebagai konsep yang melibatkan penyimpanan, domestik, urun rembuk, dan aspek sosialnya. Mereka berkolaborasi dengan komunitas lokal, berbagi pengalaman, dan mendengarkan cerita-cerita yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Fase Panen: Menghasilkan Hasil Karya yang Bermakna

Fase Panen, yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2023, adalah kelanjutan dari fase Rawat. Hasil dari penelitian, eksplorasi, dan pembelajaran selama fase Rawat dikumpulkan, didokumentasikan, dan diarsipkan. Ini adalah saat di mana karya-karya seni, proyek-proyek budaya, dan inovasi lainnya mulai muncul.

Fase Panen mencerminkan peran penting dalam menghargai dan memanfaatkan sumber daya yang telah dikumpulkan melalui praktik lumbung. Karya-karya ini menggambarkan beragam aspek budaya Indonesia yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Momen ini adalah wujud dari upaya bersama para kurator, seniman, dan masyarakat dalam menghidupkan konsep lumbung dan menjadikannya nyata dalam bentuk kreativitas.

Fase Bagi: Menyebarkan Makna dan Inspirasi

Tahap puncak PKN 2023 adalah Fase Bagi, yang berlangsung pada September hingga Oktober 2023. Pada fase ini, seluruh karya yang dihasilkan selama fase Panen akan dibagikan kepada publik melalui berbagai bentuk, termasuk pameran, tur, perjamuan, pagelaran, konferensi, lokakarya, dan penerbitan. Ini adalah saat di mana semua yang telah dirawat dan dipanen menjadi kontribusi berharga bagi masyarakat dan pengunjung.

Fase Bagi tidak hanya tentang menyebarkan karya seni, tetapi juga nilai-nilai kebudayaan, inspirasi, dan semangat kolaborasi yang telah ditemukan selama perjalanan PKN 2023. Seluruh Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam semangat ini, dengan konsep 'ruang tamu' yang menciptakan kesempatan untuk berdialog, berkolaborasi, dan merayakan keanekaragaman budaya.

Kolaborasi yang Mendorong #IndonesiaMelumbung untuk Melambung

Dalam setiap fase, praktik lumbung menjadi penggerak utama. Konsep ini mendorong berbagi sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman di antara berbagai kelompok dan lokasi di Indonesia. Hal ini memperkuat kerja sama antarbudaya dan memungkinkan pertumbuhan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam dunia seni dan budaya.

PKN 2023 adalah perwujudan dari semangat kolektif yang melekat dalam praktik lumbung. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan bahwa merawat, panen, dan berbagi kebudayaan adalah cara untuk mendorong semangat #IndonesiaMelumbung untuk Melambung. PKN 2023 bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sebuah komitmen untuk menjaga dan memajukan kebudayaan Indonesia secara bersama-sama.

© 2024, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia